Sabtu, 19 Oktober 2013

Bahasa Indonesia 2



Nama         : Wiwi Wahdatulillah
Npm           : 27211461
Kelas          : 3EB15


PENGERTIAN PARAGRAF DEDUKTIF
Paragraf deduktif adalah sebuah bentuk paragraph yang memiliki pokok pikiran atau kalimat utama pada awal paragraf tersebut. Jenis paragraph ini akan mengungkapkan apa yang menjadi pokok pikiran terlebih dahulu baru kemudian diikuti dengan kalimat kalimat penjelas dibawahnya. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa sebuah paragraph deduktif memiliki pola penulisa umum – khusus.

Lebih dalam mengenai makna dari pola pengembangan umum – khusus. Pada dasarnya pola seperti ini hampir sama dengan pola penjabaran dalam kehidupan sehari hari. Pola tersebut bermula dari sebuah ide yang bersifat luas terlebih dahulu, kemudian dengan diberikannya kalimat kalimat tambahan yang bisa berbentuk data, fakta atau pun bentuk keterangan lain maka akan membentuk sebuah paragraph deduktif.

Jika ditinjau dari segi fungsi penulisannya, jenis paragraph yang berkebalikan dengan paragraph induktif ini mempunyai fungsi untuk memberikan penjabaran yang lebih jelas tentang sebuah ide. Dengan menggunakan jenis paragraph ini, pembaca akan dengan mudah mengembangkan pemikiran dari ide pokok yang ada pada awal kalimat. Atau bisa dikatakan bahwa jenis paragraph deduktif akan mengajak pembaca nya untuk mengembangkan ide pokok paragraph setelah membacanya. Namun tidak seperti paragraph induktif, paragraph deduktif tidak bisa memberikan kesimpulan pada akhir paragraph.

CIRI-CIRI PARAGRAF DEDUKTIF
Beberapa hal yang menbedakan paragraph deduktif dengan jenis paragraph lain adalah sebagai berikut:
  1. Adanya ide pokok yang selalu terletak pada awal paragraph. Hal tersebut merupakan yang tidak bisa ditawar lagi. Untuk menciptakan sebuah paragraph deduktif, penulis harus meletakkan ide popok yang benar benar bersifat umum dan dapat menggambarkan isi keseluruhan paragraph secara umum.
  2. Adanya kalimat kalimat pendukung. Mengiikuti setelah kalimat pokok di awal paragraph, pada jenis paragraph ini dapat ditemukan beberapa kalimat pendukung yang masih berhubungan dengan ide pokoknya. Kalimat kalimat pendukung tersebut terlihat lebih khusus dengan menunjukkan data atau fakta.
  3. Adanya keterkaitan atau koherensi dalam paragraph tersebut. Jadi meskipun pada akhir paragraph tidak disebutkan kembali apakah ide pokok dari paragraph tersebut (seperti paragraph induktif) , namun pembaca masih bisa dengan mudah mengerti atau faham ide pokok yang telah disebutkan sebelumnya.

JENIS-JENIS DARI CONTOH PARAGRAF DEDUKTIF

Ø  Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. 
     Ciri-cirinya: ada kejadian, ada palaku, dan ada waktu kejadian.
 
Ø  Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan itu. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda, atau tempat.
Ciri-cirinya : ada objek yang digambarkan.
 
Ø  Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori, teknik, kiat, atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya. Ciri-cirinya: ada informasi. 

Ø  Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat beserta alasannya.Ciri-cirinya : ada pendapat dan ada alasannya.

 Ø  Persuasi adalah paragraf yang mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. Ciri-cirinya : ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. 

PENGERTIAN PARAGAF INDUKTIF
Paragraf induktif adalah salah satu jenis paragraf yang memiliki fungsi untuk menerangkan atau memaparkan suatu pokok bahasan atau masalah dengan pola penulisan dari khusus ke umum. Maksud dari pernyataan pola penulisan khusus ke umum adalah paragraf ini akan memberikan informasi, keterangan atau fakta rinci atau yang lebih sempit lingkupnya terlebih dahulu baru kemudian dengan cermat memberikan keterangan yang lebih umum atau simpulan pokok bahasan di akhir paragraf.

Jenis paragraf ini dikenal juga dengan paragraf yang memiliki kalimat utama di akhir paragraf. Banyak referensi kebahasaan yang mengatakan hal serupa, namun informasi umum yang dimasuk kan di akhir paragraf tersebut tentunya tidak hanya berbentuk sebuah kalimat, ide pokok tersebut juga bisa terbagi dalam lebih dari satu kalimat utuh.

Terkadang pola dari jenis paragraf ini juga akan menampilkan keterangan atau ide pokok pada awal paragraf. Jadi susunan lengkapnya  akan menjadi umum-khusus-umum. Dan yang wajib dipahami adalah ide pokok yang terdapat di awal paragraf hanyalah menjadi pembuka untuk memberikan gambaran apa yang akan dibahas dalam paragraf tersebut. Selebihnya akan ditegaskan kembali di akhir paragraf.

CIRI-CIRI PARAGRAF INDUKTIF

  • Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
  • Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
    Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
  • Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
  • Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama

JENIS PARAGAF INDUKTIF :

1.    Generalisasi
2.    Analogi
3.    Klasifikasi
4.    Perbandingan
5.    Sebab akibat (terbagi menjadi tiga jenis)  :
·         Sebab akibat ,
·         Akibat sebab,
·         Sebab akibat 1 akibat 2

Contoh Karangan Paragraf Deduktif
Kenakalan Remaja akhir akhir belakangan ini sering terjadi luas di masyarakat kita. Dengan adanya teknologi dan transportasi  yang semakin berkembang, maka arus hubungan antar kota-kota besar dan daerah semkain lancar, cepat dan mudah. Maka di sisi lain  semakin banyak dampak negatif yang di bawa oleh Para Remaja, sifat merka yang mudah terpengaruh, mudah emosi dan ingin di akui keberadaanya dan umurnya masih belasan tahun masih belum bisa berpikir untuk dewasa. Remaja sering melakukan keonaran dan mengganggu ketentraman lingkungan kita Sebagai mana kita ketahui bahwa para remaja sangat senang dengan gaya hidup yang baru tanpa melihat faktor negatifnya. Adapun faktor yang yang biasa mempengaruhinya kurangnya perhatian dari orang tua akan mendorong pertumbuhan kepribadiannya, adanya pengaruh dari lingkungan teman sepergaulannya yang mempengaruhinya sehingga menjadikan remaja ini tidak terkontrol dan melakukan apa yang mereka senangi  walaupun itu merugikan orang lain bahkan dirinya sendiri 

Referensi :